Nama : Mahdalena windi mardiah
Nim :2030402054
Kelas : eksya 4b
MAKALAH 6 ILMU EKONOMI MIKRO ISLAM
Teori Permintaan Islami
A. Definisi Hukum dan Teori Permintaan
Hukum permintaan dan penawaran merupakan teori yang menjelaskan tentang interaksi atau transaksi antara penjual yang menjual sebuah barang dan pembeli yang menginginkan barang tersebut. Teori ini dibuat untuk mendefinisikan pengaruh keinginan atas suatu produk atau barang tertentu terhadap harga jual produk tersebut.
Hukum ini merupakan salah satu hukum dasar dalam dunia perekonomian. Dalam kehidupan nyata permintaan dan penawaran merupakan dua hal yang saling berlawanan hingga nantinya pasar akan menemukan harga yang seimbang. Permintaan ataupun penawaran dapat meningkat atau menurun, hal ini bisa terjadi karena disebabkan oleh banyak faktor.
Kedua hal tersebut didasari oleh empat hukum. Hukum-hukum inilah yang dijadikan sebagai pondasi dari teori ini. Hukum-hukum ini bisa dijadikan sebagai acuan oleh para pelaku ekonomi untuk menjalankan usahanya. Karena di dalam hukum-hukum ini terdapat hal-hal yang akan terjadi jika sesuatu terjadi.
Jadi para pelaku usaha dapat mengetahuinya dari hukum-hukum ini. Untuk mengetahui lebih lanjut berikut adalah pembahasannya hukum dasar penawaran pada berbagai keadaan:
Saat penawaran meningkat: Jika penawaran terhadap suatu barang meningkat, maka harga yang ditawarkan akan semakin tinggi.
Ketika penawaran menurun: Jika penawaran terhadap suatu barang menurun, maka harga yang ditawarkan akan semakin rendah.
Saat permintaan meningkat: Jika harga suatu produk sedang rendah, maka jumlah produk yang diminta akan bertambah.
Ketika permintaan menurun: Jika harga suatu produk naik, maka jumlah produk yang diminta akan menurun.
Itulah tadi hukum-hukum dasar untuk hukum permintaan dan penawaran. Dapat dilihat jika bunyi antara hukum permintaan dengan hukum penawaran sangatlah berbanding terbalik. Memang hal tersebutlah yang dibutuhkan agar tercapainya suatu keseimbangan harga.
B. Kurva Permintaan
Kurva permintaan adalah grafik hubungan antara harga suatu produk dan permintaan konsumen dalam kurun waktu tertentu.
Kurva permintaan dapat direpresentasikan secara visual melalui grafik. Grafik ini mengacu pada titik harga suatu produk yang ditunjukkan pada sumbu vertikal dan jumlah konsumen yang ditunjukkan oleh sumbu horizontal. Berikut ini gambar kurva permintaan .
Dengan menggunakan grafik kurva permintaan ini, perusahaan akan melihat dengan tepat permintaan konsumen pada suatu produk dengan harga tertentu, apakah meningkat atau menurun.
Ketika harga produk mengalami kenaikan, permintaan jumlah produk tersebut akan menurun, sehingga kamu dapat melihat kurva dalam grafik. Bila kurva berbentuk mendatar, dapat diartikan keadaan terjadi perbedaan antara harga dan kuantitas permintaan yang sangat terbatas. Maka, titik harga tersebut sudah berhasil untuk memperoleh permintaan produk.
Kurva permintaan juga sering dianggap sebagai alat ukur terhadap kesediaan konsumen membayar suatu produk yang diinginkan. Adanya sifat responsif dari konsumen akan memberikan gambaran bagi perusahaan produk produk yang bisa diterima oleh pasar atau tidak terkait.
C. Tabel Permintaan
Merupakan tabel yang menunjukkan berapa banyak produk yang dibeli oleh konsumen pada tingkat harga tertentu. Tabel permintaan ini merupakan dasar atau panduan untuk membuat Kurva Permintaan.
Pada tabel tersebut dapat dilihat bahwa ketika harga es krim $0.00; jumlah es krim yang dibeli konsumen adalah 12. Namun, ketika harga es krim meningkat menjadi $0.50; jumlah es krim yang dibeli konsumen turun menjadi 10, dan seterusnya hingga harga es krim $3.00 dan jumlah es krim yang dibeli konsumen 0.
D. Faktor Permintaan
Harga Barang Terkait
Harga barang yang terkait dengan barang utama juga ikut mempengaruhi besarnya permintaan.Terdapat istilah barang substitusi, yakni barang yang dapat menggantikan barang pokok, misalnya: konsumsi singkong dapat diganti dengan ubi. Dalam hal ini, ubi berperan sebagai substitusi atau alternatif dari singkong.
Ada juga barang komplementer, yaitu barang ‘pelengkap’, contohnya adalah teh dan gula yang saling melengkapi satu sama lain. Karena memiliki hubungan saling bergantung, dapat disimpulkan bahwa jika permintaan teh sedang naik, maka permintaan terhadap gula juga akan naik.
Populasi Penduduk
Populasi penduduk juga mempengaruhi tingkat permintaan di mana jika populasi penduduknya sangat tinggi, maka kemungkinan besar tingkat permintaan di wilayah tersebut juga tinggi. Sebaliknya, jika jumlah penduduk di suatu wilayah cenderung sedikit, maka tingkat permintaan barang untuk dikonsumsi juga tidak terlalu tinggi.
Selera Masyarakat (Tren)
Selera juga berkaitan dengan tren. Misal, saat ini makanan croffle sedang hits-hitsnya. Oleh karena itulah, permintaan akan croffle jadi meningkat. Namun, faktor tren atau selera masyarakat ini cenderung bersifat temporal sehingga jika trennya sudah meredup, maka permintaan akan produk tersebut juga berangsur-angsur berkurang.
Pendapatan Masyarakat
Jika pendapatan masyarakat meningkat, berarti jumlah uang yang beredar akan meningkat sehingga memicu peningkatan permintaan pula. Hal ini juga berlaku sebaliknya, di mana jika pendapatan masyarakat menurun, maka mereka akan mengurangi aktivitas konsumsi sehingga permintaan produk juga ikut menurun.