Makalah 7 (Teori Penawaran dalam Islam)

MAKALAH ILMU EKONOMI MAKRO ISLAM
TEORI PENAWARAN DALAM ISLAM 
OLEH :
MAHDALENA WINDI MARDIAH 2030402054
Dosen Pengampu
DR.H.SYUKRI ISKA, M.AG
TEZI ASMADIA 
EKONOMI SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI BATUSANGKAR
2021/2022.

A. Pengertian Hukum,Teori Penawaran dan Penawaran Islam

Pengertian hukum penawaran
Hukum penawaran adalah kuantitas barang dan jasa yang bersedia untuk dijualnya pada berbagai tingkat harga dalam periode waktu tertentu. Dengan demikian, hukum penawaran adalah "perbandingan lurus antara harga terhadap jumlah barang yang ditawarkan, yaitu apabila harga naik, maka penawaran akan meningkat, sebaliknya apabila harga turun penawaran akan turun."

Teori penawaran
Penawaran (supply), dalam ilmu ekonomi adalah banyaknya brang atau jasa yang tersedia dan dapat ditawarkan oleh produsen kepada konsumen pada setiap tingkat harga selama periode waktu tertentu. Teori penawaran yaitu teori yang menerangkan sifat penjual dalam menawarkan barang yang akan dijual.Pada dasarnya terdapat garis harga yang tidak terbatas jumlahnya di atas titik perpotongan antara kurva biaya marginal dengan kurva biaya rata-rata, dan dari sinilah terjadinya beberapa kuantitas yang dapat ditawarkan pada setiap tingkatan harga. Menurut Winardi (1991), penawaran adalah jumlah produk tertentu yang para penjual bersedia untuk menjualnya pada pasar tertentu pada saat tertentu. Menurut Lipsey, dkk (1991) makin tinggi harga suatu produk, makin besar jumlah produk yang ditawarkan, dengan catatan faktor yang lain sama (ceteris paribus). Jadi, dapat disimpulkan bahwa penawaran adalah jumlah barang ataupun jasa yang tersedia dan dapat ditawarkan oleh produsen kepada konsumen pada setiap tingkat harga tertentu dan selama periode waktu tertentu. Harga suatu barang adalah faktor yang paling penting untuk menentukan penawaran barang. Oleh karenanya, teori penawaran (supply) selalu memfokuskan perhatiannya terhadap hubungan antara tingkat harga dengan jumlah barang yang ditawarkan. Ibn khaldun berpendapat tentang penawaran, bila penduduk kota memiliki makanan berlebih dari yang mereka butuhkan akibatnya harga makanan menjadi murah, tapi di kota kecil, bahan makanan sedikit, maka harga bahan makanan akan tinggi. Ketika barang-barang yang tersedia sedikit, maka harga akan naik. Namun bila jarak antar kota dekat dan aman akan banyak barang yang diimpor sehingga ketersediaan barang akan melimpah, sehingga harga akan turun. Keinginan para penjual dalam menawarkan harganya pada berbagai tingkat harga ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu:
1. Harga barang itu sendiri dan harga barang lain/subtitusi Jika harga barang naik maka penawaran akan meningkat. Dan jika harga barang rendah maka penawaran akan menurun.
2. Biaya produksi Biaya adalah yang dikeluarkan untuk memproduksi barang dan jasa. Mencangkup biaya tenaga kerja, bahan baku, sewa gedung dan lainlain. Dalam prinsip akuntansi, biaya adalah semua item yang masuk dalam neraca rugi laba.
 3. Tingkat teknologi yang digunakan Tingkat teknologi memegang peranan penting dalam menentukan banyaknya jumlah barang yang dapat ditawarkan. Kenaikan produksi dan perkembangan ekonomi yang pesat di berbagai negara terutama disebabkan oleh penggunaan teknologi yang semakin modern. Kemajuan teknologi telah dapat mengurangi biaya produksi, mempertinggi produktivitas, mempertinggi mutu barang, dan menciptakan barang-barang yang baru.
 4. Jumlah penjual Jumlah penjual memiliki pengaruh besar terhadap penawaran. Makin banyak jumlah penjual yang mampu menjual pada tingkat harga tertentu maka makin tinggi penawaran.
5. Kondisi alam Kondisi alam juga mempengaruhi penawaran. Karena jika terjadi bencana alam, maka akan mengakibatkan penawaran barang-barang tertentu akan berkurang khususnya barang-barang hasil pertanian.
 6. Ekspetasi Jika diperkirakan harga barang mereka akan naik pada masa yang akan datang maka mereka dapat menyimpan barang mereka beberapa hari agar dapat menjualnya kemudian hari sehingga mendapat keuntungan yang lebih tinggi.
 
Teori penawaran islam
Teori penawaran Islami tidak terlepas dari kaidah dan ketentuan yang digaris Allah kepada manusia dalam melakukan kegiatan produksi. Dalam melakukan pengolahan alam, manusia harus senantiasa menjaga kesinambungan kehidupan disekitarnya, dan jangan sampai melakukan perusakan. Kegiatan produksi juga dianjurkan terhadap barang-barang yang bermanfaat, dan diolah secara halal dan dibenarkan dalam syariat. Tidak dibenarkan melakukan kegiatan produksi yang jika dikonsumsi menimbulkan kerusakan pada orang lain. Seperti yang tercantum dalam (QS Ibrahim: 32-34)
 “Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buahbuahan menjadi rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai. Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang. Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguuhnya manusia itu sangat zalimdan sangat mengingkari (nikmat Allah). (QS Ibrahim: 32-34)

B. Kurva Penawaran
Bunyi hukum pada kurva penawaran adalah jika harga suatu barang naik, maka barang yang ditawarkan juga akan naik dengan syarat ceteris paribus. Kurva ini memiliki gradient atau kemiringan atau slope positif, artinya hubungan antara harga dengan jumlah barang yang ditawarkan berbanding lurus. Slope pada kurva ini berjalan naik dari pojok kiri bawah ke pojok kanan atas.
ciri-ciri kurva penawaran lainnya, yaitu:
• Kurvanya berbentuk garis lurus
• Kurva bergerak dari kiri bawah menuju arah kanan atas
• Bila terjadi peningkatan penawaran barang atau jasa, kurva akan bergerak ke arah kanan.
• Dalam kurva penawaran, harga dan jumlah barang berbanding lurus. Maksudnya, saat harga naik jumlah barang yang ditawarkan naik. Sebaliknya, saat harga turun, barang yang ditawarkan pun akan menurun jumlahnya.
• Bentuk dari fungsi kurva adalah Q = a+bP. Q adalah jumlah barang yang ditawarkan, a adalah konstanta, b adalah gradien atau kemiringan, dan P adalah harga barang.
Kurva penawaran

C. Pengaruh Pajak Penjualan dan Zakat Perniagaan Terhadap Penawaran
Pengaruh zakat terhadap penawaran dapat dilihat dari dua sisi. Yang pertama adalah melihat pengaruh kewajiban membayar zakat terhadap perilaku penawaran. Dalam hal ini dicontohkan zakat perniagaan. Di sisi lain adalah pengaruh zakat produktif, yakni alokasi zakat kegiatan produktif dari mustahik terhadap kurva penawaran.
Kewajiban zakat mengikat bagi seorang pengusaha muslim, maka sedini mungkin ia akan mengalokasikan sejumlah dananya untuk digunakan membayar zakat.97 Sehingga melalui zakat tersebut akan menjadikan suatu tanggung jawab bagi umat Islam untuk tolong menolong. Dalam kewajiban zakat terkandung unsur moral, sosial dan ekonomi. Dalam bidang ekonomi, zakat mencegah terjadinya penumpukan kekayaan pada seseorang dan mewajibkan orang kaya untuk mendistribusikan harta kekayaannya pada orang miskin.
Zakat yang dikenakan kepada hasil produksi adalah zakat perniagaan. Pengenaan zakat perniagaan memberikan pengaruh yang berbeda dibandingkan dengan pengenaan pajak penjualan. Dalam konsep islam, zakat perniagaan dikenakan bila terpenuhinya dua hal: nisab (batas minimal harta yang menjadi objek zakat, yaitu setara 96 gram emas) dan haul (batas minimal waktu harta tersebut dimiliki yaitu satu tahun). Dari pernyataan di atas, dapat diketahui bahwasannya.

D. Pergeseran Kurva Penawaran
Pergeseran kurva penawaran ke kanan atau kekiri terjadi apabila terdapat perubahan yang ditimbulkan oleh faktor bukan harga seperti harga barang lain, biaya produksi, dan faktor lainnya. Misalnya, pergeseran kurva penawaran disebabkan oleh biaya produksi, ketika biaya produksi turun maka jumlah penawaran akan naik atau turun. Sekarang lihat kurva SS yang bergeser menjadi S1 S1 atau S2 S2. Kurva SS bergeser ke kanan menjadi kurva S1 S1 menyebabkan jumlah penawaran bertambah dari Q menjadi Q1 walaupun harga tetap P. Keadaan ini ditunjukkan oleh titik A1. Dan pergeseran kurva SS menjadi kurva S2 S2 menggambarkan pengurangan jumlah penawaran. Keadaan ini ditunjukkan oleh A2 yang dimana jumlah permintaan Q bergeser ke kiri menjadi Q2.
E. Faktor – factor yang Mempengaruhi Penawaran
1. Pajak dan subsidi
Pajak dan subsidi juga berpengaruh pada penawaran. Pajak yang terlalu tinggi membuat produsen tidak bisa memberikan harga yang terjangkau. Hal ini membuat penawaran semakin menurun.
2. Biaya produksi dan teknologi
Semakin besar biaya produksi, maka seorang produsen tentu saja akan memberikan tarif yang tinggi pula. Harga yang diberikan akan semakin tinggi jika teknologi yang digunakan juga tinggi pula.
Kenaikan biaya produksi barang atau jasa biasanya dipengaruhi beberapa hal, antara lain tingginya harga bahan baku, biaya transportasi, upah tenaga kerja, hingga besaran pajak. Dengan harga yang tinggi, akibatnya produsen akan menawarkan barang dalam jumlah terbatas.
3. Persaingan produsen
Ketersedian jumlah barang juga dipengaruhi adanya kemunculan produsen dan persaingan yang terjadi. Saat banyak produsen berlomba menawarkan barang yang sama, maka stok barang di pasar akan menjadi banyak sehingga membuat penawaran barang atau jasa pun ikut meningkat.
4. Ketersediaan barang pengganti
Jika barang yang ditawarkan terdapat barang pengganti dengan harga lebih murah, tentu saja akan membuat penawaran dari barang tersebut akan menurun.
Hal ini merupakan bentuk dari persaingan produk serupa di pasaran yang dapat memengaruhi penawaran barang. Agar produknya dapat bersaing tentu produsen harus meningkatkan kualitasnya, sebab masyarakat pasti akan memilih barang berdasarkan pertimbangan harga, fungsi, dan kualitasnya.
5. Faktor alam
Kondisi alam menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi penawaran, misalnya ketika terjadi perubahan iklim hingga bencana alam yang mengakibatkan hilangnya bahan baku suatu barang.
Contohnya ketika gagal panen jagung, maka penawaran produksi barang yang menggunakan bahan baku jagung tersebut mengakibatkan penurunan.